Selasa, 26 April 2016

                          TARI SEPEN 





Tari_sepen_termasuk_salah_satu_tarian_tradisional_masyarakat_Belitung_yang_mengandung_unsur-unsur_gerakan_pencak_silat._Sepen_sudah_menjadi_tarian_pergaulan,_sering_ditarikan_untuk_menyambuttamu_pemerintahan_atau_wisatawan_yang_datang_ke_Pulau_Belitung._Tarian_ini_bisa_dilakukan_berpasang-pasangan_antara_pria_dan_wanita._Penekanan_tarian_ini_pada_kelincahan_gerakan_kaki_dan_tepuk_tangan_si_penari. 

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ
 
TARIANKEBUDAYAANBANGKA BELITUNG
Tari Campak merupakan tarian dari daerah Bangka-Belitung yang menggambarkan keceriaan bujang dan dayang di Kepulauan Bangka Belitung. Tarian ini biasanya dibawakan setelah panen padi atau sepulang dari ume (kebun). Tarian ini berupa pantun bersambut yang biasanya didendangkan oleh sepasang penari yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan irama yang khas. Mereka menari diiringi tabuhan gendang, biola dan gong yang ditabuh secara berkala. Para penari menggunakan selembar saputangan yang dikibas-kibaskan mengiringi lenggok gemulai sang penari. Pada saat tarian ini berlangsung biasanya penonton bebas memberi sawer kepada “nduk campak” sebutan bagi penari perempuan pada tarian ini. Sedangkan penari laki-laki disebut “penandak”.




Tari ini digunakan juga sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan seperti penyambutan tamu atau pada pesta pernikahan di Bangka Belitung. Tarian ini berkembang pada masa pendudukan bangsa Portugis di Bangka Belitung. Hal ini bisa dilihat dari beberapa ragam pada tari Campak antara lain akordion dan pakaian pada penari perempuan yang sangat kental dengan gaya Eropa.
Budaya Eropa membawa pengaruh terhadap Tarian Campak ini dan dapat dilihat dari alat musik pengiringnya yaitu akordion. Pengaruh ini tampak juga pada busana modern Eropa yang dipakai penari perempuannya, seperti gaun panjang, topi, dan sepatu berhak tinggi. Sedangkan penari laki-laki mengenakan busana tradisional yakni kemeja, celana panjang, peci, dan selendang. Walaupun mendapat pengaruh dari budaya Eropa, tari campak Bangka Belitung tetap merupakan tari tradisional karena memiliki nilai-nilai budaya lokal yang dipertahankan. Tari campak biasanya dibawakan untuk merayakan waktu musim panen padi. Selain itu tari yang penuh keceriaan sering dibawakan para muda mudi sepulangnya dari ume atau kebun. Dalam perkembangannya Tari Campak juga dipertunjukan dalam pesta-pesta adat seperti penyambutan tamu dan pernikahan.

Tari Campak
http://visitbangkabelitung.com/sites/default/files/styles/full-node/public/images/objek_wisata/Tari%20Campak%20-%20antara.jpg?itok=vx_Zlecn
Bahasa Indonesia/ English

http://visitbangkabelitung.com/sites/default/files/images/objek_wisata/1%20benderamerahputih.gif
Tari Campak, salah satu tarian khas daerah Bangka Belitung dimana para penarinya terdiri dari beberapa pasang remaja laki-laki dan perempuan dengan menggunakan sehelai sapu tangan yang di pegang oleh para penarinya. Tarian ini menggabarkan perasaan dan keceriaan mereka pada musim padi setelah mereka kembali dari ‘ume’ (kebun).
           
Menurut para pakar seniman di Bangka Belitung, Tari Campak merupakan tarian yang sudah ada sejak jaman penjajahan Portugis, sehingga tari campak merupakan tarian akulturasi dari budaya Eropa dengan budaya Bangka. Hal ini dapat dilihat dari kostum para penari perempuannya, mereka mengenakan baju bergaya Eropa dengan warna yang cerah dan bersepatu hak tinggi. Dari musiknya juga dapat dilihat dengan adanya alat music akordion yang merupakan alat music yang berasal dari Eropa.
           
Meskipun dipengaruhi oleh budaya Eropa, Tari Campak tetap merupakan tarian rakyat khas Bangka Belitung. Tari campak memiliki nilai-nilai adat dan budaya Pulau Bangka yang masih kental dengan adat melayunya. Nilai-nilai tersebut dibuktikan dengan adanya balas membalas pantun berirama yang dilakukan oleh para penari laki-laki (penandak) dan penari perempuan (nduk campak) disela sela tarian mereka.  Pantun-pantun itu pun mengandung nilai adat dan budaya khas melayu. Selain itu, adat dan budaya yang terkandung di dalam tarian ini juga dapat dilihat dari kostum para penari laki-laki. Mereka mengenakan baju kurung khas melayu yang dililit dengan selendang dipinggang mereka serta mengenakan kopiah. Hal ini mengggambarkan bahwa adat Melayu  masih sangat kental di kebudayaan Bangka Belitung.
           
Gerakan para penari diiringi oleh tabuhan gendang, gong, biola serta akordion. Keceriaan tarian ini dapat dirasakan ketika para penarinya mengibaskan sapu tangan mereka sembari berlenggok dengan lincah. Terkadang, para penonton juga dapat ikut serta dalam kemeriahan tarian ini dengan cara memberikan saweran kepada “nduk campak” ketika mereka sedang menari.


Meskipun zaman semakin berubah, tari campak masih tetap dilestarikan oleh masyarakat Bangka Belitung karena Tari Campak merupakan salah satu icon budaya Kepulauan ini. Hingga saat ini, tari campak masih tetap ditampilkan namun ditampilkan di acara-acara tertentu saja seperti penyambutan tamu khusus dan pesta pernikahan.
                                                                                      Tari Gi Ke Aik

Tarian ini, merupakan kreasi Sanggar Seni Sepintu Sedulang, menggambarkan aktifitas masyarakat Bangka Belitung di waktu pagi hari (terutama para wanita), mereka berbondong-bondong pergi ke Kulong (sungai kecil) di mana para wanita trsebut seperti pada umumnya mencuci, mandi (bebeasuh) dan setelah itu mereka pulang ke rumah dengan membawa air dengan menggunakan guci.
- See more at: http://gpswisataindonesia.blogspot.co.id/2016/01/tarian-tradisional-bangka-belitung.html#sthash.0d1Eo8cu.dpuf
                TARI PENDULANG TIMAH

Tari Pendulang Timah (http://www.indonesia70tahun.com)

Tari Pendulang Timah kreasi Sanggar Tari Belitong Lesong Batang, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, merupakan tarian menggambarkan rakyat Bangka Belitung mendulang Timah secara tradisional.

Tarian ini ditarikan puluhan remaja laki-laki tanpa baju. Mereka hanya mengenakan celana pendek dengan tubuh yang dihiasi warna-warni dari campuran kaolin dan bahan pewarna kue. - See more at: http://gpswisataindonesia.blogspot.co.id/2016/01/tarian-tradisional-bangka-belitung.html#sthash.0d1Eo8cu.dpuf

           Tari Campak Bangka Belitung

TUESDAY, NOVEMBER 27, 2012




 Tari Campak merupakan tarian dari daerah Bangka-Belitung yang menggambarkan keceriaan bujang dan dayang di Kepulauan Bangka Belitung. Tarian ini biasanya dibawakan setelah panen padi atau sepulang dari ume (kebun). Tarian ini berupa pantun bersambut yang biasanya didendangkan oleh sepasang penari yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan irama yang khas. Mereka menari diiringi tabuhan gendang, biola dan gong yang ditabuh secara berkala. Para penari menggunakan selembar saputangan yang dikibas-kibaskan mengiringi lenggok gemulai sang penari. Pada saat tarian ini berlangsung biasanya penonton bebas memberi sawer kepada “nduk campak” sebutan bagi penari perempuan pada tarian ini. Sedangkan penari laki-laki disebut “penandak”.

                               TARI BERIPAT

 Apabila dilihat dari pertunjukannya tari ini lebih mendekati pertunjukan adu ketangkasan. Namun karena dalam gerakannya menggunakan gerakan-gerakan tari, maka pertunjukan kesenian dari Kepulauan Bangka Belitung ini dikenal dengan tari Beripat.

Tari Beripat ini merupakan seni pertunjukan ketangkasan yang dilakukan oleh dua orang yang membawa properti berupa rotan. Para penari laki-laki yang hanya memakai celana panjang ini berusaha untuk memukulkan rotan ke arah punggung lawannya. Siapa yang mendapati luka punggung paling sedikit maka dialah yang dinyatakan sebagai pemenang.
 

Demikian Sobat tradisi, 4 tarian tradisional Kepulauan Bangka Belitung, semoga menambah wawasan Sobat dalam bidang seni tari /tari daerah dari seluruh Indonesia.