Minggu, 24 April 2016

Tari Campak

Bahasa Indonesia/ English
 
Tari Campak, salah satu tarian khas daerah Bangka Belitung dimana para penarinya terdiri dari beberapa pasang remaja laki-laki dan perempuan dengan menggunakan sehelai sapu tangan yang di pegang oleh para penarinya. Tarian ini menggabarkan perasaan dan keceriaan mereka pada musim padi setelah mereka kembali dari ‘ume’ (kebun).
           
Menurut para pakar seniman di Bangka Belitung, Tari Campak merupakan tarian yang sudah ada sejak jaman penjajahan Portugis, sehingga tari campak merupakan tarian akulturasi dari budaya Eropa dengan budaya Bangka. Hal ini dapat dilihat dari kostum para penari perempuannya, mereka mengenakan baju bergaya Eropa dengan warna yang cerah dan bersepatu hak tinggi. Dari musiknya juga dapat dilihat dengan adanya alat music akordion yang merupakan alat music yang berasal dari Eropa.
           
Meskipun dipengaruhi oleh budaya Eropa, Tari Campak tetap merupakan tarian rakyat khas Bangka Belitung. Tari campak memiliki nilai-nilai adat dan budaya Pulau Bangka yang masih kental dengan adat melayunya. Nilai-nilai tersebut dibuktikan dengan adanya balas membalas pantun berirama yang dilakukan oleh para penari laki-laki (penandak) dan penari perempuan (nduk campak) disela sela tarian mereka.  Pantun-pantun itu pun mengandung nilai adat dan budaya khas melayu. Selain itu, adat dan budaya yang terkandung di dalam tarian ini juga dapat dilihat dari kostum para penari laki-laki. Mereka mengenakan baju kurung khas melayu yang dililit dengan selendang dipinggang mereka serta mengenakan kopiah. Hal ini mengggambarkan bahwa adat Melayu  masih sangat kental di kebudayaan Bangka Belitung.
           
Gerakan para penari diiringi oleh tabuhan gendang, gong, biola serta akordion. Keceriaan tarian ini dapat dirasakan ketika para penarinya mengibaskan sapu tangan mereka sembari berlenggok dengan lincah. Terkadang, para penonton juga dapat ikut serta dalam kemeriahan tarian ini dengan cara memberikan saweran kepada “nduk campak” ketika mereka sedang menari.
 
Meskipun zaman semakin berubah, tari campak masih tetap dilestarikan oleh masyarakat Bangka Belitung karena Tari Campak merupakan salah satu icon budaya Kepulauan ini. Hingga saat ini, tari campak masih tetap ditampilkan namun ditampilkan di acara-acara tertentu saja seperti penyambutan tamu khusus dan pesta pernikahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar